Langsung ke konten utama

Hujan Hari Pahlawan

Semenjak hujan turun, aku hanya berputar dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Berharap ada yang menarik untuk disalurkan. Atau setidaknya, pesan yang masuk menanyakan progres proyek yang sedang aku kerjakan.


Ada! 


Satu dua pesan masuk. Sayang tak menarik yang dibahas. Lini masa dunia Maya pun sama hambarnya. Memang benar kata orang tua, media sosial cuma membeli waktu kita secara cuma-cuma.



Ahh, hujan tak bersahabat dengan motor yang bawa. Tungganganku tidak bersedia untuk menyala. Ku tak tahu persis apa sebabnya, katanya pembakaran yang harusnya terjadi tertutupi oleh hujan yang masuk di sela-sela.


Bagaimana dengan buku yang ku baca hanya membuatku semakin berfikir. Tak menghibur sama sekali.


Akhirnya, aku tahu tulisan ini tampil di beranda majalah daring yang kubuat. Tak tahan rasanya ingin mengirim perasaan ini ke diriku di masa depan. Sabar.


Ku sisipkan foto lantai basah, motor yang kedinginan dan jalanan ramai di baliknya